Senin, 19 Agustus 2013

RT / RW yang lagi mati suri

Siapa yang tak kenal RT/RW ?? Sebuah jabatan ‘mulia’ (tampa tanda jasa) yang tugasnya tidak hanya administrasi akan tetapi juga meliputi kemasyarakatan, dari mulai cekcok warga, pembangunan lingkungan, keamanan dan sebagainya, jam kerja 24 jam/hari , masa kerja 3 tahun. Anehnya jabatan “seempuk” ini jarang ada yang melirik . Bahkan untuk menjadi RT/RW boro-boro pake uang, modal ‘niat’ saja insya Allah bisa jadi. Anehnya , struktur RT/RW tidak ada pada struktur pemerintahan RI (Presiden – Gubernur – Walikota/Bupati – Camat – Lurah). Karena tidak masuk didalam struktur pemerintahan berarti RT/RW merupakan organisasi kemasyarakatan yang mempunyai tugas membantu kelancaran tugas pemerintah. Keanehan diatas nampaknya dapat terjawab, mengapa jarang yang mau jadi RT/RW ?? ternyata jawabannya RT/RW tidak punya gaji . kata pk RT/RW ngambil gajinya nati rapel di akhirat , hehehehe ...amiin, semoga amalnya mendapat ganjaran yang berlipat ganda. Dapat di-ibaratkan kedudukan RT/RW saat ini seperti program “kerja bakti’ dimana suatu program pembangunan lingkungan dilaksanakan dengan ‘dana dan tenaga’ dari warga setempat. Pada era reformasi dan globalisasi seperti saat ini program seperti ini tampaknya semakin tidak trend, kemungkinan hal ini oleh karena beban masyarakat yang semakin berat untuk mencari nafkah bagi kebutuhan hidup disamping makin kurangnya contoh / sosialisasi dari pemerintah. Saat ini semakin sulit mencari warga masyarakat yang mau memikul jabatan ‘mulia’ (tampa tanda jasa) RT/RW sehingga biasanya ’sekali jadi (pk/bu)RT/RW tetap (pk/bu)RT/RW’ selamanya ... Tetapi ... dari facta2 yg ada di masyarakat itu , saya yakin : pasti ada hikmah bagi yang mau menjalankan-nya. Prinsip-nya : kita anggap saja ini amanah dari masyarakat / warga dan kita menjalankan-nya dengan niat ibadah Mumpung kita diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan , maka jalankanlah dengan ke-ikhlasan ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar